KUPAS MATA KULIAH AGAMA DAN KEARIFAN LOKAL, PRODI SAA UIN KEDIRI GELAR STUDI LAPANGAN KE GKJW KEDIRI
FUDA Newsroom — Sebanyak
40 mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar studi lapangan ke Greja Kristen
Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kediri, Rabu (13/5/2026). Kunjungan akademik ini
berfokus pada bedah tema “Relasi Agama dan Kearifan Lokal dalam Praktik
Unduh-Unduh Umat GKJW Jemaat Kediri.”
Rombongan mahasiswa yang didampingi dosen SAA,
M. Thoriqul Huda, disambut hangat oleh Pendeta (Pdt.) Puput Yudiatmoko bersama
jajaran Guru Injil, Penatua, dan Vikar di gereja yang terletak di Jl.
Diponegoro No. 15, Kota Kediri tersebut.
Dalam sesi dialog, Pdt. Puput Yudiatmoko
memaparkan sejarah tradisi Unduh-Unduh yang berakar dari GKJW Mojowarno,
Jombang, serta peran historis Paulus Tosari, tokoh Kristen awal asal Madura dalam
kekristenan Jawa. Saat ini, GKJW Jemaat Kediri sendiri menaungi sekitar 700
kepala keluarga atau sekitar 2.000 jemaat.
“Tradisi Unduh-Unduh di GKJW merupakan bentuk
ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan hasil panen yang diterima jemaat,”
ungkap Pdt. Puput di hadapan para mahasiswa.
Sementara itu, Dosen Pendamping M. Thoriqul
Huda, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan pihak GKJW Kediri. Ia
menegaskan bahwa studi lapangan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan
instrumen penting untuk memperdalam mata kuliah Agama dan Kearifan Lokal
melalui pengalaman langsung (experiential learning).
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan
semakin memahami praktik keberagamaan masyarakat yang hidup berdampingan dengan
tradisi lokal dalam konteks pluralisme Indonesia. Sekaligus, ini menjadi
komitmen Prodi SAA untuk terus merawat hubungan harmonis dan silaturahmi yang
telah terbangun lama dengan GKJW Kediri,” ujar Thoriqul Huda.
Kunjungan ilmiah ini berjalan interaktif dan
ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan jejaring akademik dan
toleransi antarumat beragama di Kota Kediri.
Penulis: Puti Kamilah
Editor: Fuat Hasan


