TEMBUS FORUM INTERNASIONAL KEMENAG, RISET DOSEN FUDA UIN KEDIRI SOROTI KEADILAN GENDER

FUDA Newsroom – Tiga dosen terbaik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri sukses mempresentasikan hasil riset mereka dalam ajang bergengsi The 4th International Conference PSGA PTKI 2026. Konferensi internasional yang berlangsung pada 30 Juni–2 Juli 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini merupakan kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Kegiatan dibuka resmi oleh para petinggi Kemenag RI dan Rektor UIN Siber Cirebon yang menekankan pentingnya riset dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan bebas kekerasan. Dari sejumlah pendaftar, tiga dosen FUDA UIN Syekh Wasil Kediri berhasil lolos seleksi call for paper dengan menyajikan kajian strategis.

Salah satu pilar akademik yang menonjol datang dari Program Studi Ilmu Hadis. dosen Ilmu Hadis FUDA, Kholila Mukaromah, memukau forum lewat pemaparannya mengenai rekonstruksi teks suci yang responsif gender.

"Kajian ini sengaja menawarkan pembacaan ulang terhadap hadis-hadis ketaatan istri agar kita bisa mentransformasikannya menuju relasi keluarga yang lebih adil dan berlandaskan prinsip kesalingan (mutuality). Ini adalah kontribusi nyata keilmuan Ilmu Hadis terhadap produksi pengetahuan Islam yang peka terhadap keadilan gender," ujar Kholila Mukaromah saat mempresentasikan makalahnya.

Selain prodi Ilmu Hadis, delegasi FUDA juga diperkuat oleh kajian sosial-psikologis dari prodi lain:

Fuad Faizi (Prodi Sosiologi Agama): Membedah respons masyarakat terhadap kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan wilayah Kediri.

Tatik Imadatus Sa'adati (Prodi Psikologi Islam): Memaparkan implementasi dukungan kesehatan mental bagi pemulihan anak penyintas kekerasan seksual secara daring.

Partisipasi aktif ini membuktikan komitmen nyata FUDA UIN Syekh Wasil Kediri dalam memproduksi riset global yang relevan. Khususnya bagi Prodi Ilmu Hadis, capaian ini menegaskan bahwa studi teks klasik di UIN Kediri mampu melahirkan transformasi sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat luas.

Kontributor: Kholila Mukaromah
Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya