BEKALI MAHASISWA TENTANG ISU RADIKALISME DAN LINGKUNGAN, PRODI SOSIOLOGI AGAMA FUDA UIN KEDIRI TERJUNKAN 40 MAHASISWA LEWAT PKSK
FUDA Newsroom — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN
Syekh Wasil Kediri terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan
tinggi yang adaptif dan berdampak sosial. Melalui Program Studi (Prodi)
Sosiologi Agama (SA), sebanyak 40 mahasiswa secara resmi mengikuti Pembekalan
Praktik Kerja Sosial Keagamaan (PKSK) di Aula Gedung FUDA Lantai 3, Selasa
(22/9/2026).
Mengusung tema “Merajut
Empati, Mengabdi dengan Aksi, Menuju PKSK Membumi”, kegiatan ini dirancang
untuk menjembatani teori keilmuan Sosiologi Agama dengan realitas empiris di
lapangan, utamanya terkait isu ketahanan sosial, deradikalisasi, hingga
kelestarian lingkungan.
Ketua Prodi Sosiologi
Agama UIN Syekh Wasil Kediri, Asyari, menyampaikan bahwa PKSK merupakan
instrumen krusial untuk menguji sintesis keilmuan mahasiswa di ruang publik.
“Praktik lapangan
penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi mampu
membaca realitas sosial, berinteraksi dengan masyarakat, serta
mengimplementasikan keilmuan Sosiologi Agama secara nyata dan bertanggung
jawab,” tegas Asyari.
Senada dengan hal
tersebut, Dekan FUDA UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. A. Halil Thahir, dalam
sambutan pembukanya menekankan pentingnya membangun keseimbangan relasi antara
manusia dengan sesama, Tuhan, dan alam.
“Harus ada
keseimbangan hubungan manusia dengan sesama manusia, Tuhan, dan alam. Praktik
lapangan inilah jawaban dari Prodi Sosiologi Agama untuk menghadirkan
pembelajaran yang menyentuh realitas kehidupan,” ungkap Prof. Halil.
Untuk memberikan
wawasan aplikatif, pembekalan ini menghadirkan dua praktisi lintas bidang. Aktifis
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Yudi Zulfahri membekali mahasiswa
dengan strategi literasi dan critical thinking guna membendung narasi
radikalisme serta paham ekstremis di masyarakat. Sementara itu, Direktur
Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pratiwi mendorong mahasiswa menjadi agen
penggerak kesadaran ekologis melalui aksi nyata reboisasi dan pengelolaan
sampah berbasis komunitas.
“Pelestarian
lingkungan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan. Harus ada tindakan nyata,
mulai dari menanam kembali hingga mengelola sampah dengan bijak,” ujar Endang
di hadapan peserta.
Melalui program PKSK
ini, Prodi Sosiologi Agama FUDA UIN Syekh Wasil Kediri menegaskan kembali
kualitas pembelajarannya—menghadirkan calon sarjana yang tidak hanya piawai
sebagai pengamat sosial, tetapi juga hadir sebagai aktor pengabdian yang
memberikan kontribusi solutif bagi masyarakat.
Kontributor: M.S. Ulum
Editor: Fuat Hasan

