GANDENG KANWIL KEMENHAJ JATIM, UIN SYEKH WASIL KEDIRI DAN FUDA SIAPKAN SERTIFIKASI PEMBIMBING HAJI MANDIRI
FUDA Newsroom – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri bersama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MOA) dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) RI Provinsi Jawa Timur.
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama strategis ini
berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri,
Kamis (23/07/2026), di sela-sela agenda akademik fakultas.
Penandatanganan MOU tingkat universitas dilakukan langsung
oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Wahidul Anam, bersama Pelaksana Tugas
(Plt.) Kepala Kanwil Kemenhaj RI Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam. Sementara
penandatanganan MOA tingkat fakultas dilakukan oleh Dekan FUDA, Prof. A. Halil
Thahir, yang disaksikan oleh para pimpinan rektorat, dekanat, serta para Kepala
Kantor Kemenag dari 7 Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Kediri.
Kerja sama ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat
ekosistem keilmuan dan layanan tata kelola haji-umrah di Jawa Timur. Dalam
sambutannya, Dekan FUDA, Prof. A. Halil Thahir, menegaskan keunggulan
komparatif yang dimiliki oleh fakultasnya.
"Kerja sama ini sangat strategis karena FUDA UIN Syekh
Wasil Kediri merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur
yang memiliki Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU). Potensi besar ini
didukung pula oleh prodi-prodi keagamaan dan komunikasi lain di lingkungan
FUDA. Melalui kemitraan ini, kita menargetkan pada tahun 2026/2027 UIN Syekh
Wasil Kediri sudah dapat menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji
secara mandiri," tegas Prof. Halil.
Ia menambahkan, hadirnya rencana pengembangan Asrama Haji
Transit di wilayah Kediri akan semakin memperkuat posisi UIN Kediri sebagai
pusat studi, riset, dan laboratorium tata kelola haji di Jawa Timur.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenhaj RI
Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam menyambut positif kemitraan ini.
Menurutnya, potensi industri dan pelayanan haji-umrah membutuhkan sentuhan
akademisi yang memiliki kompetensi manajerial tinggi sekaligus nilai integritas
religiusitas.
"Tantangan pelayanan haji dan umrah saat ini memerlukan
standar tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berbasis nilai laku
spiritual. Melalui kerja sama ini, kami menyambut baik keterlibatan aktif
sivitas akademika UIN Syekh Wasil Kediri, baik dalam bentuk riset, pengabdian,
maupun penyediaan SDM pembimbing yang tersertifikasi," ungkap As'adul Anam.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri,
Prof. Wahidul Anam, berharap implementasi MOU dan MOA ini dapat segera
ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja riil (action plan), seperti
magang mahasiswa, riset bersama, hingga penguatan kapasitas kelembagaan yang
berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat luas.
Penulis/Editor: Fuat Hasan
