KUKUHKAN 116 SARJANA BARU, YUDISIUM FUDA UIN SYEKH WASIL KEDIRI TEKANKAN KESIAPAN KARIR DAN KEKUATAN SPIRITUAL
FUDA Newsroom – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri sukses menggelar Yudisium Sarjana S-1 Tahun 2026 di Aula Lantai 3 Gedung FUDA, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 116 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru yang siap mendedikasikan keilmuannya di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 WIB ini
diawali dengan Laporan Akademik dan Pembacaan SK Yudisium oleh Wakil Dekan I
FUDA, Prof. Robingatun. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Umum FUDA,
Husnu Rofik, turut mengumumkan nama-nama wisudawan terbaik dan lulusan
tercepat. Prestasi membanggakan diraih oleh Zakynuha Salsabila, mahasiswi prodi
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) yang berhasil menyelesaikan studi sarjananya
dalam waktu singkat, yakni 7 semester. Penghargaan terbaik juga diberikan
kepada para lulusan berprestasi dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
(KPI), serta Psikologi Islam (PI).
Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Wahidul Anam, dalam
sambutannya menyampaikan pesan mendalam terkait tantangan dunia kerja. Ia
mengingatkan para lulusan untuk terus bersyukur dan mulai membangun personal branding serta
jaringan profesional yang kuat.
"Yudisium ini adalah langkah awal menghadapi
tantangan yang sesungguhnya. Jangan pernah takut gagal, karena kegagalan adalah
bagian tak terpisahkan dari proses menuju kesuksesan. Teruslah mencoba hal baru
dan buktikan kualitas alumni UIN di dunia kerja," tegas Prof. Wahidul Anam.
Senada dengan Rektor, Dekan FUDA, Prof. A. Halil Thahir,
mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan pesat fakultas dan capaian para
yudisium. Ia berharap gelar sarjana yang disandang dapat memberi kontribusi
nyata bagi agama, bangsa, dan negara. Demi mengiringi langkah para alumni, doa
bersama dipimpin oleh Sekretaris Prodi (Sekprodi) Sosiologi Agama (SA), Muhammad
Syahrul Ulum untuk memohon keberkahan masa depan.
Refleksi emosional juga terpancar dari pidato perwakilan
mahasiswa berprestasi dari prodi Psikologi Islam, Lutfiana Anis . Ia mengilas
balik perjuangan melelahkan selama kuliah hingga dinamika revisi skripsi yang
berhasil dilalui berkat doa orang tua.
"Di era digital ini, manusia modern kerap kehilangan
arah dan ketenangan mental. Alumni FUDA harus hadir membawa keseimbangan antara
kecerdasan intelektual dan spiritualitas keislaman, sebagaimana esensi
Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 28," tutur Lutfiana dalam pidatonya yang
sarat makna.
Sesi
seremonial tersebut kemudian resmi ditutup dengan momen foto bersama antara
jajaran dekanat, tamu undangan, serta seluruh mahasiswa peserta yudisium yang
penuh suka cita.
Setelah prosesi seremonial ditutup, kegiatan dilanjutkan
dengan sesi Pembekalan Lulusan yang berlangsung sangat interaktif hingga pukul
13.00 WIB. Dimoderatori oleh Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Zuhri
Humaidi, sesi ini menghadirkan narasumber berbobot, Guru Besar sekaligus Wakil
Dekan 3 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ahmad Muhibbin Zuhri.
Dalam paparannya, Prof. Muhibbin menekankan pentingnya
kelenturan karir di tengah dinamisnya kebutuhan industri. Menurutnya, lulusan
perguruan tinggi tidak selalu harus bekerja linier dengan jurusannya, melainkan
harus mampu beradaptasi dan menciptakan peluang baru. Menariknya, ia juga
menyelipkan pengalaman personal mengenai pentingnya kesiapan menikah sebagai
salah satu instrumen penunjang kematangan dan kesuksesan hidup.
Sesi pembekalan ini memicu antusiasme tinggi dari para
peserta. Banyak yudisium mengajukan pertanyaan interaktif, mulai dari strategi
menghadapi ketatnya dunia kerja hingga amalan spiritual dalam mencari jodoh.
Melalui pembekalan komprehensif ini, FUDA UIN Syekh Wasil Kediri kembali
membuktikan komitmennya dalam mencetak sarjana yang matang secara keilmuan,
siap kerja, dan berintegritas tinggi demi menjaga nama baik almamater.
Kontributor/Editor:
Fuat Hasan


