GELAR RAKER 2026, FUDA UIN SYEKH WASIL KEDIRI SOROTI KRISIS EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN TINGGI
FUDA Newsroom – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) Universitas Islam
Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker)
Fakultas Tahun 2026 selama dua hari berturut-turut, 12-13 Mei 2026. Mengusung
misi penguatan tata kelola birokrasi dan mutu akademik, raker ini dihadiri
langsung oleh jajaran dekanat, kepala bagian, kaprodi, sekprodi, bendahara,
hingga tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FUDA.
Hari
pertama raker (12/5) bertempat di Gedung FUDA Lantai 3 diawali dengan
menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka secara resmi oleh Dekan FUDA UIN
Syekh Wasil Kediri, Prof. A. Halil Thahir. Dalam sambutannya, ia
menggarisbawahi urgensi pembenahan moralitas dan kompetensi mahasiswa agar
relevan dengan dinamika dunia kerja modern tanpa kehilangan akar akademiknya.
"Potensi mahasiswa
kita sangat besar. FUDA memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk mempersiapkan
mereka, tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga matang dan siap
menghadapi realitas di industri," tegas Prof. Halil Thahir saat membuka
acara, Selasa (12/5/2026).
Guna menyuntikkan
paradigma baru, FUDA menghadirkan Guru Besar UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
Ponorogo, Prof. Aksin Wijaya, sebagai narasumber utama dalam sharing session yang
dimoderatori oleh Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Zuhri Humaidi.
Dalam diskusi kritis
bertema krisis epistemologi pendidikan tinggi, Zuhri Humaidi menyoroti tantangan
nyata FUDA dalam menjembatani tradisi literasi klasik dengan tuntutan birokrasi
modern, seraya mengkhawatirkan penurunan tren literasi di kalangan civitas
akademika.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Aksin Wijaya mendesak adanya perubahan total paradigma pendidikan di kampus islam. "Pendidikan tinggi seharusnya tidak sekadar menjadi pabrik pencetak buruh atau lulusan siap kerja. Jauh dari itu, kampus harus mengembalikan fungsinya pada pengembangan pemikiran kritis dan eksistensi individu. Mahasiswa harus didorong menjadi pemikir produktif yang mampu menginterogasi realitas dan berkontribusi secara intelektual di masyarakat," papar Prof. Aksin.
Melanjutkan momentum hari
pertama, raker hari kedua (13/5) digeser ke Rumah Jawa, Gurah, Kediri, dengan
fokus agenda yang lebih teknis dan manajerial. Diikuti oleh dekanat dan
pengelola fakultas, raker hari kedua membahas sejumlah agenda strategis.
Beberapa poin krusial yang
dibahas meliputi rencana transformasi kelembagaan, di antaranya proyeksi
perubahan Program Studi Psikologi Islam menjadi Program Studi Psikologi umum
yang dipaparkan oleh Kaprodi Psikologi Islam, Nur Azis Afandi.
Selain itu, Kabag Umum
FUDA, Husnu Rofik, memimpin koordinasi penataan tata kelola serta manajemen
pelaporan kegiatan prodi demi birokrasi yang lebih akuntabel. Agenda penting
lainnya adalah pemantapan strategi reakreditasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran
Islam (KPI) yang dipresentasikan oleh Kaprodi KPI, Siti Amanah, serta finalisasi
persiapan teknis Yudisium Gelombang I Tahun 2026.
Raker FUDA UIN Syekh Wasil
Kediri Tahun 2026 ini resmi ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama
seluruh pengelola fakultas, membawa optimisme baru serta komitmen anggaran yang
kuat ditengah efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat demi mendukung
pengembangan seminar dan kegiatan akademik di masa mendatang.
Kontributor/Editor:
Fuat Hasan

