Unggul dalam Pengembangan Ilmu Keislaman dan Sosial Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal dan Sains di Tingkat Internasional

Contact Info

Jl. Sunan Ampel, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

GELAR RAKER 2026, FUDA UIN SYEKH WASIL KEDIRI SOROTI KRISIS EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN TINGGI

FUDA Newsroom – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Fakultas Tahun 2026 selama dua hari berturut-turut, 12-13 Mei 2026. Mengusung misi penguatan tata kelola birokrasi dan mutu akademik, raker ini dihadiri langsung oleh jajaran dekanat, kepala bagian, kaprodi, sekprodi, bendahara, hingga tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FUDA.

Hari pertama raker (12/5) bertempat di Gedung FUDA Lantai 3 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka secara resmi oleh Dekan FUDA UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. A. Halil Thahir. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi urgensi pembenahan moralitas dan kompetensi mahasiswa agar relevan dengan dinamika dunia kerja modern tanpa kehilangan akar akademiknya.

"Potensi mahasiswa kita sangat besar. FUDA memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk mempersiapkan mereka, tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga matang dan siap menghadapi realitas di industri," tegas Prof. Halil Thahir saat membuka acara, Selasa (12/5/2026).

Guna menyuntikkan paradigma baru, FUDA menghadirkan Guru Besar UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Aksin Wijaya, sebagai narasumber utama dalam sharing session yang dimoderatori oleh Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Zuhri Humaidi.

Dalam diskusi kritis bertema krisis epistemologi pendidikan tinggi, Zuhri Humaidi menyoroti tantangan nyata FUDA dalam menjembatani tradisi literasi klasik dengan tuntutan birokrasi modern, seraya mengkhawatirkan penurunan tren literasi di kalangan civitas akademika.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Aksin Wijaya mendesak adanya perubahan total paradigma pendidikan di kampus islam. "Pendidikan tinggi seharusnya tidak sekadar menjadi pabrik pencetak buruh atau lulusan siap kerja. Jauh dari itu, kampus harus mengembalikan fungsinya pada pengembangan pemikiran kritis dan eksistensi individu. Mahasiswa harus didorong menjadi pemikir produktif yang mampu menginterogasi realitas dan berkontribusi secara intelektual di masyarakat," papar Prof. Aksin.

Melanjutkan momentum hari pertama, raker hari kedua (13/5) digeser ke Rumah Jawa, Gurah, Kediri, dengan fokus agenda yang lebih teknis dan manajerial. Diikuti oleh dekanat dan pengelola fakultas, raker hari kedua membahas sejumlah agenda strategis.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi rencana transformasi kelembagaan, di antaranya proyeksi perubahan Program Studi Psikologi Islam menjadi Program Studi Psikologi umum yang dipaparkan oleh Kaprodi Psikologi Islam, Nur Azis Afandi.

Selain itu, Kabag Umum FUDA, Husnu Rofik, memimpin koordinasi penataan tata kelola serta manajemen pelaporan kegiatan prodi demi birokrasi yang lebih akuntabel. Agenda penting lainnya adalah pemantapan strategi reakreditasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang dipresentasikan oleh Kaprodi KPI, Siti Amanah, serta finalisasi persiapan teknis Yudisium Gelombang I Tahun 2026.

Raker FUDA UIN Syekh Wasil Kediri Tahun 2026 ini resmi ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama seluruh pengelola fakultas, membawa optimisme baru serta komitmen anggaran yang kuat ditengah efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat demi mendukung pengembangan seminar dan kegiatan akademik di masa mendatang.

 

Kontributor/Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya