Unggul dalam Pengembangan Ilmu Keislaman dan Sosial Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal dan Sains di Tingkat Internasional

Contact Info

Jl. Sunan Ampel, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
[email protected]
0354 - 689282

Follow Us

JADI KEYNOTE SPEAKER DI BOJONEGORO, PROF. ASROR YUSUF BEDAH STRATEGI MODERASI BERAGAMA LEWAT PENDIDIKAN

FUDA Newsroom – Guru Besar sekaligus pakar dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Prof. Moh. Asror Yusuf, didapuk menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Seminar Internasional Call for Paper di Bojonegoro, Rabu (7/9/2022).

Kegiatan bertajuk “Pengembangan Moderasi Beragama melalui Pendidikan” ini dihadiri oleh ratusan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Dalam pidato kuncinya, Prof. Asror Yusuf menekankan bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab besar di luar sekadar transfer pengetahuan. Menurutnya, sekolah dan kampus harus menjadi arena utama pembentukan karakter toleran di tengah tantangan global seperti radikalisme dan polarisasi sosial.

"Pendidikan memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai moderasi sejak dini. Hal ini harus diintegrasikan secara sistematis, mulai dari kurikulum hingga budaya akademik di lingkungan kampus," tegas Prof. Asror Yusuf di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa inovasi dalam metode pembelajaran sangat diperlukan agar dunia pendidikan tetap responsif. Pendidikan berbasis moderasi dinilai mampu mencetak generasi yang berpikir kritis namun tetap berkomitmen pada nilai kebangsaan.

"Generasi yang terbuka dan inklusif adalah kunci harmoni bangsa. Kita butuh pendekatan yang inovatif untuk menjawab tantangan ekstremisme di era digital ini," tambahnya.

Seminar internasional ini juga menjadi wadah diseminasi riset melalui sesi call for paper. Kehadiran Prof. Asror Yusuf dalam forum ini semakin mempertegas posisi Prodi IAT IAIN Kediri sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam yang moderat, inovatif, dan diakui secara nasional maupun internasional.

 

Kontributor: Jati Pamungkas       |              Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya