DOSEN IAT IAIN KEDIRI BEDAH KRITIS HADIS IHYA’ ULUM AL-DIN DI UKM MALAYSIA
FUDA Newsroom – Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
(IAT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Zaenal Muttaqin, tampil
sebagai pemakalah dalam gelaran internasional International Conference on Islamic Studies (ICONIS)
di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Juli 2023.
Konferensi bergengsi bertajuk "Islam and Digital: Bridging Tradition and
Innovations in the ASEAN Contexts" ini menyoroti adaptasi tradisi
Islam di tengah derasnya arus teknologi digital di Asia Tenggara.
Dalam forum ilmiah tersebut, Zaenal Muttaqin mempresentasikan riset mendalam
berjudul "Construction and
Criticism of Hadith among Sufis: An Analytical Study of Ihya’ Ulum al-Din".
Ia membedah penggunaan hadis dalam karya monumental Imam Al-Ghazali dengan
pendekatan akademik yang ketat.
Zaenal menegaskan bahwa meski Ihya’ Ulum al-Din adalah pilar spiritualitas Islam,
validitas sanad dan matan hadis di dalamnya tetap memerlukan kajian kritis demi
menjaga kemurnian metodologi keilmuan.
"Penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan
antara penghormatan terhadap tradisi klasik dan penerapan standar akademik
hadis yang ketat. Ini adalah bentuk tanggung jawab ilmiah kita sebagai
akademisi," ujar Zaenal Muttaqin di hadapan para peserta konferensi.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi tantangan di era digital di mana teks
klasik kini sangat mudah diakses publik. Menurutnya, tanpa panduan metodologi
yang benar, pemahaman masyarakat terhadap teks sufi bisa menjadi bias.
"Era digital menuntut kita memberikan panduan
ilmiah agar pemahaman teks klasik tidak lepas dari kerangka metodologi yang
benar. Literasi digital harus dibarengi dengan kedalaman sanad keilmuan,"
tambahnya.
Partisipasi aktif Zaenal Muttaqin dalam ICONIS 2023 ini
semakin memperkokoh posisi Prodi IAT IAIN Kediri dalam jejaring akademik
internasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa prodi ini terus melahirkan
pemikir yang berakar kuat pada tradisi, namun tetap inovatif dan responsif
terhadap tantangan zaman.
Kontributor: Jati
Pamungkas | Editor: Fuat Hasan


