PERKUAT MODERASI BERAGAMA, MAHASISWA SAA FUDA DALAMI AJARAN TRI HITA KARANA DI PURA SARI DWIJA DHARMA
FUDA Newsroom – Sebanyak
20 mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar kuliah lapangan ke Pura Sari
Dwija Dharma, Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Senin
(8/6/2026).
Kuliah lapangan ini mengusung tema spesifik “Konsep
Ekoteologi dalam Agama Hindu”. Agenda ini dirancang sebagai langkah nyata
prodi untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai relasi agama dan
pelestarian lingkungan hidup dalam perspektif Hindu.
Kehadiran rombongan mahasiswa yang didampingi
oleh Sekretaris Prodi SAA, M. Thoriqul Huda, disambut hangat oleh
jajaran pengurus umat Hindu setempat. Di antaranya Ketua Parisada Hindu Dharma
Indonesia (PHDI) Kecamatan Kandat, Edi Susilo, Pemangku Jro Sunandar, serta
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Kediri, Damayanti dan Endang.
Dalam sesi pemaparan, Penyuluh Agama Hindu
Damayanti menjelaskan bahwa ekoteologi Hindu berakar kuat pada ajaran Tri
Hita Karana (tiga prinsip kebahagiaan). Konsep ini menekankan pentingnya
menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan),
sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan).
Ketua PHDI Kecamatan Kandat, Edi Susilo,
menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan ilmiah dari kampus hijau UIN Syekh
Wasil Kediri ini.Menurutnya, perjumpaan langsung ini sangat efektif merawat
harmoni sosial.
"Kami sangat senang menerima kunjungan
mahasiswa Studi Agama-Agama. Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk
saling mengenal, memahami, dan menghargai perbedaan. Melalui dialog dan
perjumpaan langsung, akan tumbuh sikap keberagamaan yang moderat," ujar
Edi Susilo.
Sementara itu, Sekretaris Prodi SAA UIN Syekh
Wasil Kediri, M. Thoriqul Huda, menegaskan bahwa kuliah lapangan merupakan
instrumen wajib untuk memberikan pengalaman empiris di luar ruang kelas
teoretis.
"Melalui perjumpaan langsung dengan
komunitas agama, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi
juga mengembangkan sikap toleran, terbuka, dan menghargai keberagaman,"
jelas M. Thoriqul Huda.
Kuliah lapangan yang berlangsung interaktif
ini ditutup dengan diskusi hangat mengenai peran agama dalam menjawab tantangan
krisis lingkungan kontemporer. Lewat agenda ini, FUDA UIN Syekh Wasil Kediri
sukses mengukuhkan perannya dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama dan
kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Penulis: Hafidah
Editor: Fuat Hasan

