PERKUAT TRADISI AKADEMIK, PRODI SOSIOLOGI AGAMA FUDA UIN SYEKH WASIL KEDIRI BEDAH PENGELOLAAN KONFLIK KEAGAMAAN

FUDA Newsroom — Program Studi (Prodi) Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri kembali meneguhkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dan kontribusi sosial. Melalui forum berkala "Sisi Dinamis", para akademisi FUDA menggelar diskusi pakar bertajuk “Pengelolaan Potensi Konflik Berbasis Keagamaan” di Griyo Ngreco, Rabu (16/9/2026).

Forum ilmiah ini menghadirkan M. Syahrul Ulum, yang memaparkan hasil penelitiannya terkait dinamika modal sosial masyarakat Desa Besowo dalam memelihara kerukunan antarumat beragama.

Dalam pemaparannya, Syahrul menekankan pentingnya membaca konflik tidak hanya dari struktur formal, melainkan dari kedalaman interaksi sosial masyarakat. Menurutnya, kerukunan merupakan produk dari proses sosial yang dinamis.

"Kerukunan tidak semata-mata lahir dari ketiadaan konflik, tetapi merupakan proses sosial yang terus dibangun melalui interaksi, komunikasi, dan kerja sama antarkelompok," tegas Syahrul.

Riset tersebut mendapat apresiasi dan bedah kritis dari para pakar Sosiologi Agama FUDA UIN Syekh Wasil Kediri. Salah satunya dating dari Jati Pamungkas, menggarisbawahi bahwa temuan lapangan ini berpotensi ditransformasikan menjadi formulasi inovasi sosial berbasis temuan empiris.

Di sisi lain, dosen tetap sekaligus Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan, Taufik Alamin, dan Asyhabuddin, mendorong penguatan kerangka teoritis terkait pemetaan konflik laten, sedangkan Gigih Wahyu Pratomo, menawarkan pendekatan filantropi ekonomi sebagai instrumen penguat kerukunan lintas kelompok.

Diskusi ditutup dengan penegasan bahwa pengelolaan potensi konflik membutuhkan keterlibatan berbagai aktor serta kemampuan membaca dinamika masyarakat secara kontekstual. Pengalaman Desa Besowo menjadi salah satu contoh bahwa kerukunan dapat dibangun melalui proses sosial yang melibatkan masyarakat secara aktif, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya inovasi sosial di berbagai wilayah.

Dinamika pemikiran yang kaya dalam forum "Sisi Dinamis" ini membuktikan tradisi kritis yang hidup di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Melalui forum riset ini, Prodi Sosiologi Agama (SA) UIN Syekh Wasil Kediri tidak hanya berfungsi sebagai pusat kajian akademis, tetapi juga konsisten melahirkan solusi kontekstual bagi pengelolaan keberagaman dan harmonisasi sosial di tingkat lokal maupun nasional.

Kontributor: M.S. Ulum

Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya