PIMPIN KONSORSIUM NASIONAL, DUA DOSEN FUDA UIN KEDIRI DIPERCAYA JADI PENGURUS PUSAT KOTATERAPI 2026–2030

FUDA Newsroom – Dua akademisi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri resmi menduduki posisi strategis dalam jajaran Pengurus Pusat Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) periode 2026–2030. Keputusan ini ditetapkan pada sidang pleno Musyawarah Nasional (Munas) III KOTATERAPI di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (24/07/2026).

Dalam munas tersebut, Prof. R. Wijaya, terpilih kembali sebagai Ketua Umum untuk masa jabatan kedua. Sementara itu, jajaran Sekretariat Pimpinan Pusat dipercayakan kepada dua delegasi UIN Syekh Wasil Kediri: Akh. Hasan Saleh (Dosen Tetap Prodi TP) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Ach. Shodiqil Hafil (Kaprodi TP) sebagai Sekretaris I.

Terpilihnya dua akademisi UIN Syekh Wasil Kediri di jajaran pengurus inti ini secara otomatis memperkuat posisi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi FUDA UIN Syekh Wasil Kediri, dari sekadar peserta munas menjadi decision maker (pengambil kebijakan) pengembangan keilmuan tasawuf dan psikoterapi secara nasional untuk empat tahun ke depan.

Sebagai pengurus pusat, delegasi FUDA UIN Syekh Wasil Kediri akan mengemban amanah mengawal implementasi program kerja nasional KOTATERAPI, mulai dari penguatan riset, penyusunan standar profesi, hingga pembaruan kurikulum berbasis integrasi-interkoneksi di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia.

Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi FUDA UIN Syekh Wasil Kediri sekaligus Sekretaris I Pengurus Pusat Konsorsium KOTATERAPI, Ach. Shodiqil Hafil, menegaskan komitmennya untuk membawa dampak langsung bagi akselerasi mutu institusi di daerah.

"Amanah di jajaran Pengurus Pusat KOTATERAPI ini merupakan tanggung jawab besar untuk memastikan reaktualisasi keilmuan tasawuf dan psikoterapi tidak berhenti di atas kertas. Kami berkomitmen mengawal program kerja nasional ini agar berdampak nyata pada pembaruan kurikulum, penguatan profesi, serta menjawab krisis kesehatan mental masyarakat modern secara nasional," tegas Shodiqil Hafil.

Kehadiran akademisi FUDA di pucuk pimpinan konsorsium nasional ini membuktikan kualitas SDM UIN Syekh Wasil Kediri yang diperhitungkan secara nasional. Selain merumuskan tata kelola organisasi, kepengurusan baru ini bertugas mengeksekusi rekomendasi munas terkait reaktualisasi keilmuan guna merespons dinamika sosial dan krisis mental-spiritual global.

Capaian ini semakin memperkokoh posisi FUDA UIN Syekh Wasil Kediri sebagai salah satu rujukan utama (center of excellence) dalam pengembangan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia.

Kontributor: Ach. Shodiqil Hafil

Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya