REFLEKSI TANTANGAN KEILMUAN, DOSEN SOSIOLOGI AGAMA (SA) FUDA UIN KEDIRI PETAKAN ARAH RISET DAN ISU DIGITAL
FUDA Newsroom – Program Studi (Prodi) Sosiologi Agama (SA) Fakultas
Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar diskusi akademis
'Sisi Dinamis' bertajuk “Sosiologi
Agama: Aktivitas Hari Ini dan Hari Esok” di Kopi Teduh, Kediri, Rabu
(19/08/2026).
Forum refleksi keilmuan yang dipandani Kaprodi Sosiologi
Agama, Dr. Asy’ari, M.Ag., ini bertujuan merumuskan arah pengembangan prodi
agar lebih adaptif, relevan, serta responsif terhadap dinamika teknologi digital
dan perubahan sosial masyarakat.
Kaprodi Sosiologi Agama (SA) FUDA, Asy’ari, menegaskan
pentingnya penguatan riset, publikasi ilmiah, dan pembelajaran inovatif dalam
menghadapi kompetisi keilmuan kontemporer.
"Prodi Sosiologi Agama dihadapkan pada
perubahan sosial yang sangat cepat. Penguatan identitas keilmuan, pemanfaatan
teknologi digital, serta jejaring kolaborasi harus menjadi perhatian bersama
agar lulusan kita memiliki kompetensi unggul dan relevan dengan kebutuhan
masyarakat," ujar Asy’ari.
Diskusi berlangsung hangat dengan mengemukanya sejumlah gagasan strategis
dari para dosen Sosiologi Agama. Dosen Sosiologi Agama, Gigih Wahyu Pratomo,
menekankan pentingnya penguatan riset lapangan berbasis data sosial empiris.
Sementara itu, Zuhri Humaidi mendorong penguatan analisis kritis terhadap
fenomena keagamaan di ruang digital.
Dari aspek inklusivitas dan dampak sosial, Ika Silviana
menyuarakan pentingnya riset berperspektif gender dan kelompok marjinal. Hal
senada ditegaskan Jati Pamungkas yang mendorong penguatan community engagement, serta Fuad
Faizi yang mengingatkan pentingnya menjaga nalar kritis keilmuan dalam membaca
relasi agama, kekuasaan, dan perubahan zaman.
Melalui forum santai namun berbobot ini, Prodi
Sosiologi Agama FUDA UIN Syekh Wasil Kediri berkomitmen terus membangun
ekosistem akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada penyelesaian
masalah nyata di masyarakat.
Kontributor: M.S. Ulum
Editor: Fuat Hasan

