RESMI DIMULAI, 17 MAHASISWA SAA FUDA IKUTI PRAKTIKUM 45 HARI DI 5 KUA
FUDA Newsroom – Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi (Prodi) Studi
Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri
secara resmi menerjunkan mahasiswanya untuk memulai kegiatan Praktikum
Pengkajian Sosial Keagamaan (PPSK) pada Selasa (15/09/2026).
Kegiatan praktikum yang berlangsung serentak di lima
Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kediri—yakni KUA Mojo, KUA Ngadiluwih,
KUA Wates, KUA Banyakan, dan KUA Grogol—ini dijadwalkan berjalan selama 45 hari
hingga 30 Oktober 2026.
Sebelum diterjunkan, para mahasiswa telah mendapatkan
pembekalan intensif pada 8 September 2026 lalu yang membedah materi hubungan
antaragama, manajemen operasional KUA, hingga strategi konversi laporan
praktikum menjadi artikel ilmiah.
Ketua Prodi (Kaprodi) SAA FUDA UIN Syekh Wasil Kediri,
Mohammad Arif, menegaskan bahwa agenda ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk
menguji teori akademik secara langsung di tengah dinamika masyarakat.
"Praktikum lapangan ini diharapkan dapat
menjadi ajang pembelajaran langsung. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini
juga menjadi sarana untuk meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta
kemampuan problem solving
di lapangan," ujar Mohammad Arif.
Sambutan hangat datang dari pihak mitra, salah satunya Kepala KUA Wates,
Moch. Choirul Musonifin. Ia mengapresiasi keberlanjutan kerja sama kemitraan
yang telah terbangun bersama FUDA UIN Syekh Wasil Kediri selama beberapa tahun
terakhir.
"Kami berterima kasih kepada keluarga besar
UIN Syekh Wasil Kediri, terutama Prodi SAA. Semoga mahasiswa dapat mengambil
banyak manfaat dan berkontribusi untuk masyarakat. Kehadiran mahasiswa juga
menjadi media untuk saling belajar, baik bagi peserta maupun kami di KUA,"
paparnya.
Kegiatan pembukaan di masing-masing lokasi berjalan
khidmat dengan penyerahan mahasiswa oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kepada
Kepala KUA dan Penyuluh Agama setempat. Melalui praktikum ini, FUDA UIN Syekh
Wasil Kediri terus mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang matang
secara intelektual dan responsif terhadap kebutuhan tata kelola
sosial-keagamaan.
Kontributor: Nadia Wulan Ramadani (SAA)
Editor: Fuat Hasan


