SEDOT RATUSAN PENGUNJUNG, PRODI PSIKOLOGI ISLAM UIN KEDIRI SUKSES GELAR PSYCHOFAIR 2026

FUDA Newsroom – Program Studi Psikologi Islam (PI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang inovatif dan aplikatif. Mahasiswa Psikologi Islam angkatan 2024 yang diwadahi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) periode 2026-2027 sukses menyelenggarakan pameran edukatif bertajuk PSYCHOFAIR 2026 di Gedung Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (4/6/2026). 

Kegiatan yang mengusung tema “Know Yourself, Grow with Values” ini lahir dari sebuah gagasan visioner untuk mentransformasikan bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) konvensional menjadi sebuah produk akademik yang berdampak luas bagi masyarakat. Meskipun dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat yaitu kurang dari dua minggu, agenda ini berhasil menarik antusiasme tinggi hingga dihadiri oleh lebih dari 350 pengunjung, termasuk sivitas akademika, mahasiswa lintas prodi, siswa SMA, hingga masyarakat umum. 

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Hasan Basri, didampingi oleh Kepala Program Studi Psikologi Islam, Nur Aziz Afandi, serta jajaran dosen pengampu mata kuliah terkait. Dalam sambutannya, pihak dekanat mengapresiasi tinggi kemandirian mahasiswa serta keterlibatan pelaku UMKM lokal sebagai sponsor yang dinilai berhasil membangun simbiosis positif antara dunia akademik dan masyarakat. 

Kepala Program Studi Psikologi Islam, Nur Aziz Afandi, menegaskan bahwa PSYCHOFAIR 2026 menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di rumpun Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri tidak hanya berhenti pada tataran teoretis di ruang kelas, melainkan mampu diimplementasikan secara konkret. 

"Kegiatan ini bukan sekadar ujian akhir. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa psikologi mampu menyampaikan ilmu kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan membumi," tutur Nur Aziz Afandi di sela-sela peninjauan stan pameran. 

Pameran ilmiah ini mengintegrasikan dua mata kuliah fundamental, yakni Psikologi Kepribadian dan Psikologi Pesantren. Pada klaster Psikologi Pesantren, mahasiswa menyajikan hasil riset lapangan dan analisis kritis mengenai dinamika kehidupan santri, mulai dari penanganan homesick, mitigasi perundungan (bullying), kecemasan akademik, hingga pola pembentukan identitas diri. Sementara itu pada klaster Psikologi Kepribadian, mahasiswa menampilkan berbagai prototipe visual interaktif yang memudahkan pengunjung memahami konsep-konsep psikologi kepribadian tokoh dunia secara lebih terstruktur. 

Ketua Pelaksana Kegiatan, Revi Rahma Rafida, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras seluruh tim serta dukungan penuh dari pihak fakultas. Melalui ruang perjumpaan ilmiah ini, mahasiswa tidak hanya diuji dalam kemampuan berpikir kritis dan komunikasi sains kepada publik, tetapi juga mengasah empati sosial yang relevan dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. 


Kontributor: Tim HMPS Psikologi Islam

Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya