SEMINAR DOSEN EDISI MEI 2026, FUDA UIN KEDIRI MATANGKAN STRATEGI BRANDING KAMPUS

FUDA Newsroom — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri kembali menggelar diskusi dosen bulanan bertajuk “Peluang dan Tantangan Branding Perguruan Tinggi Islam di Era Multimedia” di Lantai 1 Musala Gedung FUDA, Senin (18/5/2026). Forum ini membedah urgensi lompatan strategi kehumasan di tengah ketatnya persaingan digital.

Diskusi yang diikuti sekitar 30 peserta dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini menyoroti realitas klasik yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Mulai dari status pengelolaan keuangan yang masih Satuan Kerja (Satker) dengan anggaran dan peralatan minim, terbatasnya personel humas berstatus ASN, hingga kendala kompetensi SDM yang mayoritas tidak berlatar belakang pendidikan komunikasi/kehumasan.

Pakar media sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UIN Syekh Wasil Kediri, Prilani, menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan mandeknya kreativitas branding, terutama dalam membidik segmen Generasi Z (Gen Z).

“Kampus kita ini belum memiliki praktik branding sebagaimana dikenal dalam teori-teori komunikasi. Kita sebenarnya sudah memiliki kegiatan, program, dan capaian yang bagus, tapi kalau tidak ada branding yang memadai, siapa yang akan tahu? Apalagi di era medsos seperti sekarang. Salah langkah dalam menanggapi isu malah akan jadi bumerang. Sudah waktunya kita membangun citra kampus dengan lebih baik,” ujar Prilani.

Ia menambahkan, UIN Syekh Wasil Kediri mendesak untuk memiliki tim Humas yang tertata dengan baik, memiliki keahlian mumpuni, serta dukungan anggaran yang proporsional agar mampu bergerak taktis.

Senada dengan hal tersebut, dosen Jurnalistik Islam UIN Syekh Wasil Kediri, Lukman Hakim, menekankan bahwa branding bukanlah upaya tipu daya, melainkan penyelarasan antara kata dan tindakan melalui manajemen informasi yang selektif.

“Kita memang perlu menyeleksi arus informasi yang masuk dan keluar. Tidak semua urusan dapur kampus jadi konsumsi publik. Di sinilah makna penting branding. Hakikat branding adalah nilai tambah (value added) dari kualitas yang dimiliki,” jelas Lukman.

Lebih lanjut, Lukman memberikan komparasi strategis. Jika UIN Yogyakarta kuat dengan citra kota pendidikan dan kedalaman ilmu, serta UIN Jakarta menonjolkan sisi modernitas dan kosmopolitanisme, maka UIN Syekh Wasil Kediri harus percaya diri mengangkat lokalitasnya.

“UIN Kediri perlu membangun citra kuat pada kultur pesantren, kaya tradisi, dan biaya hidup yang murah. Ini adalah modal akademik dan sosial yang sangat kuat,” tambahnya.

Meskipun membahas topik yang berat dan penuh tantangan, suasana diskusi bulanan ini berlangsung gayeng (hangat) namun tetap serius. Tingginya antusiasme peserta membuat forum ilmiah yang menjadi ruang silaturahmi sivitas akademika FUDA ini sempat melampaui jadwal dan baru berakhir pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Kontributor: Zuhri Humaidi

Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya