STUDI LAPANGAN DI GKJW MOJOWARNO, MAHASISWA SAA UIN KEDIRI BEDAH RELASI AGAMA DAN KEARIFAN LOKAL
FUDA Newsroom – Sejumlah mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA)
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri melakukan
observasi lapangan dalam perayaan tradisi Unduh-Unduh di Gereja Kristen Jawi
Wetan (GKJW) Jemaat Mojowarno, Jombang, Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini
merupakan bagian dari penguatan mata kuliah Agama dan Kearifan Lokal.
Tradisi yang eksis sejak
1930 ini menampilkan persembahan hasil bumi sebagai wujud syukur jemaat kepada
Tuhan. Sekretaris GKJW Mojowarno, Felip Edwin, menjelaskan bahwa Unduh-Unduh adalah
simbol kuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.
"Ini bukan hanya
dimensi spiritual, tapi memperkuat gotong royong dan solidaritas sosial
antarwarga," ujar Felip di sela acara.
Nadia Wulan Ramadhani,
salah satu mahasiswa yang melakukan pengamatan, mengaku terkesan dengan
ketahanan tradisi ini selama hampir satu abad. Menurutnya, Unduh-Unduh adalah
bukti nyata bagaimana budaya lokal mampu menjadi jembatan harmoni dan
solidaritas dalam masyarakat majemuk.
Dosen pengampu mata kuliah
Agama dan Kearifan Lokal SAA UIN Kediri, M. Thoriqul Huda, menegaskan
pentingnya pembelajaran kontekstual ini bagi mahasiswa SAA.
"Mahasiswa harus
belajar langsung dari praktik tradisi di masyarakat. Observasi ini penting
untuk memperluas wawasan mereka tentang bagaimana ekspresi iman berkelindan
dengan kearifan lokal, yang di dalamnya mengandung nilai syukur dan harmoni
sosial," ungkap Thoriqul Huda.
Melalui kegiatan ini,
Prodi SAA UIN Syekh Wasil Kediri terus berkomitmen mencetak akademisi yang
memiliki kedalaman pemahaman terhadap keberagaman dan kearifan lokal di
Indonesia.
Penulis: Hanum
Editor: Fuat Hasan

