TEMBUS FORUM INTERNASIONAL, TIGA MAHASISWA SAA UIN KEDIRI KUPAS ISU EKOTEOLOGI DAN HARMONI DI UINSCOF 2026
FUDA Newsroom – Tiga
mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
(FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri sukses menembus panggung akademis internasional.
Melalui sambungan daring (online), mereka tampil memukau sebagai
presenter dalam gelaran The 5th
Ushuluddin International Student Conference (UInSCof) yang berpusat di
Palembang, 3-4 Juni 2026.
Konferensi tahunan
bergengsi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
(FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang ini mengusung tema “The Pen and The
Power: Islamic Studies Literacy in Narrating Global Geopolitical Issues”.
Forum ini diikuti oleh berbagai delegasi internasional seperti dari Thailand,
Turki, Malaysia, Pakistan, Libya, India, dan Bangladesh, serta 27 perguruan
tinggi nasional. Dari total 154 makalah yang masuk, hanya 104 paper yang
dinyatakan lolos seleksi ketat, termasuk tiga riset unggulan dari mahasiswa SAA
UIN Syekh Wasil Kediri yang dipresentasikan secara daring.
Ketiga mahasiswa
berprestasi tersebut adalah Rohmatun Dyah Aroofi, Hanum Banuwati, dan Rommy
Nurbasri. Mereka membawa kajian kontemporer yang relevan dengan isu kerukunan
dan tantangan global abad ke-21.
Rohmatun Dyah Aroofi
memukau forum lewat presentasi berjudul “Eco-Theology-Based Interfaith
Harmony in Kediri”. Aroofi berhasil memetakan bagaimana isu lingkungan
hidup bertransformasi menjadi ruang dialog nyata antarumat beragama di Kediri.
"Gerakan
ekoteologi tidak hanya berfungsi sebagai upaya menjaga kelestarian alam, tetapi
juga menjadi media yang sangat efektif dalam mempererat hubungan antarumat
beragama. Kesadaran bersama ini mendorong berbagai komunitas agama
berkolaborasi, sehingga tercipta harmoni sosial yang lebih kuat di tengah
keberagaman," papar Aroofi dalam presentasinya, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, Hanum
Banuwati mengulas kearifan lokal melalui riset “The Role of the Nyadran
Tradition in Building Harmony in the Lamongan Community”. Ia menjelaskan
bahwa tradisi Nyadran melampaui makna spiritual, melainkan bertindak sebagai
instrumen sosial penumbuh nilai gotong royong dan solidaritas lintas kelompok
agama.
Melengkapi delegasi,
Rommy Nurbasri memaparkan urgensi diskursus ekoteologi dalam perspektif
agama-agama kontemporer. Rommy menegaskan bahwa krisis ekologis seperti
perubahan iklim dan degradasi ekosistem adalah tantangan terbesar manusia
modern. Menurutnya, agama memegang peran strategis dalam membangun fondasi
moral dan etika ekologis demi keberlanjutan bumi.
Keberhasilan tiga
mahasiswa SAA ini menjadi bukti nyata kualitas akademik prodi yang mampu
bersaing dan berkontribusi di level global. Forum ini sekaligus menjadi wadah
penguatan jejaring internasional serta desiminasi hasil riset mahasiswa UIN
Syekh Wasil Kediri kepada komunitas akademik yang lebih luas.
Melalui capaian ini,
FUDA UIN Syekh Wasil Kediri terus berkomitmen memfasilitasi mahasiswa untuk
meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan global, serta memperkuat
peran generasi muda dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan, lingkungan,
dan kerukunan beragama di era kontemporer.
Penulis: Rommy
Nurbasri
Editor: Fuat Hasan



