PERKUAT KIPRAH RISET INTERNASIONAL, PRODI ILMU HADIS FUDA DITERJUNKAN DALAM MUTUN DAN ASILHA 2026

FUDA Newsroom — Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis (IH) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama pengembangan studi hadis nasional dan internasional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif sivitas akademika Prodi Ilmu Hadis dalam konferensi internasional Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2026 dan Annual Meeting Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (5–7/10/2026).

Keterlibatan prodi dikawal langsung oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Prof. Wahidul Anam, Dekan FUDA Prof. A. Halil Thahir, Wakil Dekan III Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FUDA Hasan Basri, serta jajaran pengelola prodi yakni Ketua Prodi IH Akhmad Hasan Saleh, dan Sekretaris Prodi Misbakhul Khoir.

Dalam agenda bedah kitab Tadrij al-Masa’id fi Takhrij al-Maqashid, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri memberikan catatan akademis yang menjadi arah pengembangan kurikulum Prodi Ilmu Hadis ke depan.

"Pengembangan kajian hadis tidak boleh berhenti pada transmisi dan otentisitas sanad belaka, melainkan harus mampu mengungkap maqashid nabawiyah agar dapat memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat modern," tegas Prof. Wahidul Anam.

Unjuk keunggulan akademik Prodi Ilmu Hadis (IH) dipertegas melalui capaian dua dosen terbaiknya, Ibnu Hajar dan Kholilah Mukaromah, yang terpilih sebagai presenter pada konferensi internasional ASILHA. Keduanya mempresentasikan hasil riset mendalam terkait perkembangan metodologi dan isu-isu kontemporer ilmu hadis.

Kaprodi IH Akhmad Hasan Saleh, menegaskan bahwa partisipasi dosen sebagai presenter internasional menjadi momentum strategis untuk mengenalkan hasil pemikiran akademisi Prodi Ilmu Hadis UIN Syekh Wasil Kediri kepada komunitas ilmiah global.

Melalui sinergi riset dan penguatan jejaring di forum MUTUN dan ASILHA 2026 ini, Prodi Ilmu Hadis FUDA UIN Syekh Wasil Kediri membuktikan keunggulannya dalam merawat tradisi keilmuan hadis klasik sekaligus mentransformasikannya menjadi pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Kontributor: AHS

Editor: Fuat Hasan 


Berita Lainnya