PERKUAT MUTU AKADEMIK, IAIN KUDUS ‘SILATURAHMI’ TATA KELOLA KURIKULUM KE IAT IAIN KEDIRI
FUDA Newsroom – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Kediri menerima kunjungan studi banding dari Fakultas
Ushuluddin IAIN Kudus, Selasa (30/4). Kunjungan ini fokus pada pendalaman
kurikulum dan tata kelola Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) yang
menjadi ikon unggulan di Kediri.
Rombongan IAIN Kudus yang dipimpin oleh Dekan Prof. Ahmad
Atabik, disambut hangat oleh jajaran pimpinan FUDA IAIN Kediri.
Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran inovasi akademik, khususnya dalam
implementasi kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan.
Dekan FUDA IAIN Kediri, A. Halil Thahir, menegaskan bahwa pertemuan
ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat misi pengembangan
ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.
"Kami berbagi capaian dan inovasi, khususnya di
Prodi IAT, dengan harapan dapat saling menginspirasi untuk kemajuan pendidikan
tinggi kita," ujar A. Halil Thahir dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus, Prof.
Ahmad Atabik, mengungkapkan alasannya memilih IAIN Kediri sebagai tujuan studi
banding. Rekam jejak kurikulum IAT IAIN Kediri dinilai sangat relevan untuk
diadaptasi.
"Kami ingin menimba pengalaman dari kurikulum,
metode pembelajaran, dan sistem penjaminan mutu Prodi IAT di sini untuk kami
adopsi dan adaptasi di IAIN Kudus," jelas Prof. Ahmad Atabik.
Selain diskusi intensif antar-prodi (IAT, Ilmu Hadis, AFI, serta Tasawuf dan
Psikoterapi), agenda ini diakhiri dengan penandatanganan Dokumen Kesepahaman
(MoA). Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama Tri Dharma Perguruan
Tinggi, mulai dari kolaborasi riset hingga pengabdian masyarakat.
Sinergi ini semakin memperkokoh posisi Prodi IAT UIN
Kediri sebagai barometer pengembangan studi Al-Qur'an dan Tafsir yang unggul
dan kompetitif di tingkat regional.
Penulis:
Uje Muttaqin
Editor:
Fuat Hasan


