PERKUAT PEMAHAMAN DIALOG ANTARAGAMA, MAHASISWA PRODI SAA FUDA DALAMI EKOTEOLOGI DI GKJW SEGARAN

FUDA Newsroom — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri terus berkomitmen memperluas wawasan keilmuan mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual. Sebanyak 25 mahasiswa SAA melakukan kunjungan studi lapangan ke Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Segaran, Wates, Kediri, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendalami perspektif ekoteologi serta praktik pelestarian lingkungan di lingkungan jemaat GKJW. Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Dialog Antaragama, M. Thoriqul Huda, serta turut dihadiri oleh perwakilan penyuluh agama KUA Wates Kediri.

Kedatangan tim SAA FUDA diterima langsung oleh Pdt. Antonius Andix, Bambang, dan Megah Sari selaku perwakilan pengurus GKJW Jemaat Segaran.

Dalam sesi diskusi, Pdt. Antonius Andix menjelaskan bahwa konsep ekoteologi merupakan kesadaran iman yang menempatkan alam dan ciptaan nonmanusia sebagai bagian dari tanda kebesaran Tuhan.

"Memasuki perspektif ekoteologi berarti berupaya melepaskan ego antroposentrisme, yaitu cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat dan menjadikan seluruh unsur alam hanya sebagai instrumen. Jika alam masih dipandang sekadar objek, maka esensi ekoteologi sebagai kesadaran iman belum sepenuhnya tercapai," papar Pdt. Antonius.

Sisi praktis ekoteologi di GKJW turut diperjelas oleh Bambang, yang memaparkan kegiatan penghijauan berkala setiap bulan Mei pada momen Bulan Kesaksian Pelayanan sebagai aksi nyata menekan dampak pemanasan global.

Dosen pendamping, M. Thoriqul Huda, menyampaikan bahwa kegiatan interaktif ini bertujuan memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa dalam memahami dinamika dialog antaragama.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep dialog antaragama secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai keagamaan diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama lintas agama, serta upaya membangun harmoni di tengah masyarakat," terang Huda.

Melalui agenda studi lapangan ini, Prodi SAA FUDA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang inklusif, responsif terhadap isu-isu ekologis global, dan adaptif dalam merawat kerukunan beragama di Indonesia.

Kontributor: Nadia Wulan R

Editor: Fuat Hasan


Berita Lainnya