BAWA KAJIAN HADIS KE KANCAH GLOBAL, DOSEN ILMU HADIS FUDA UIN SYEKH WASIL PUKAU FORUM AIFIS-MSU 2026
FUDA
Newsroom – Dosen Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
(FUDA) UIN Syekh Wasil Kediri, Kholila Mukaromah, sukses menembus panggung
akademik internasional. Ia terpilih menjadi pemakalah dalam ajang bergengsi 2026 AIFIS–MSU Conference on
Indonesian Studies yang digelar secara daring, Sabtu (30/05/2026).
Konferensi internasional berskala besar besutan American Institute for Indonesian
Studies (AIFIS) dan Michigan
State University (MSU) Amerika Serikat ini menghadirkan para pakar lintas
negara. Kholila tampil memukau di panel "Religious Feminism and Democratic Activism: A
Century of Gender Justice in Indonesia".
Dalam forum tersebut, Kholila membedah rekonstruksi
historis teks keagamaan terkait relasi gender. Ia menegaskan bahwa
kontekstualisasi teks adalah kunci transformasi sosial yang berkeadilan.
"Hadis mengenai ketaatan istri tidak dapat
dipahami secara tekstual semata, melainkan harus dibaca melalui konstruksi
historis. Dengan pendekatan mubādalah
(kesalingan), reinterpretasi hadis justru membuka ruang bagi pembentukan etika
keluarga yang berlandaskan tanggung jawab bersama dan keadilan," ujar
Kholila saat memaparkan makalahnya.
Panel ilmiah kelas dunia ini dimoderatori langsung oleh
Direktur STF UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amelia Fauzia. Gagasan
segar dari dosen UIN Syekh Wasil Kediri ini pun memantik diskusi hangat dan
mendapatkan apresiasi serta masukan konstruktif dari penanggap internasional,
Prof. Kusmana dan Kaja Borchgrevink.
Keikutsertaan Kholila Mukaromah dalam forum internasional
ini mempertegas komitmen mutu akademik FUDA. Prodi Ilmu Hadis UIN Syekh Wasil
Kediri terbukti sukses membawa kajian hadis lokal Indonesia ke panggung dunia,
sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap wacana keadilan gender dan etika
sosial berbasis nilai Islam.
Kontributor:
Kholila Mukaromah
Editor:
Fuat Hasan


